Contoh Tugas Akhir Manajemen Informatika

  • Contoh Tugas Akhir Manajemen Informatika

BAB I

PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang Masalah

 

Saat ini, iklim kompetisi dalam dunia perdagangan semakin terasa. Di sisi lain perubahan lingkungan yang demikian pesat semakin mendukung kompetisi yang sedang terjadi saat ini. Menurut Dick dan Basu (1994), salah satu tujuan utama aktivitas pemasaran seringkali dilihat dari pencapaian loyalitas pelanggan melalui strategi pemasaran (Siregar, 2004). Loyalitas pelanggan merupakan bagian terpenting pada peng- ulangan pembelian pada pelanggan (Caruana, 2002). Menurut Reichheld dan Sasser (1990),

Loyalitas pelanggan memiliki korelasi yang positif dengan per- forma bisnis (Beerli dkk., 2004). Menurut Castro dan Armario (1999), loyalitas pelang-gan tidak hanya meningkatkan nilai dalam bisnis, tetapi juga dapat menarik pelanggan baru (Beerli dkk., 2004). Pada jangka pendek, memperbaiki loyalitas pelanggan akan membawa profit pada penjualan. Profit merupakan motif utama konsistensi bisnis, karena dengan ke- untungan maka roda perputaran bisnis dari variasi produk dan jasa yang ditawarkan maupun perluasan pasar yang dilayani (Soeling, 2007). Dalam jangka panjang, memperbaiki loyalitas umumnya akan lebih profitabel, yakni pelanggan bersedia membayar harga lebih tinggi, penyediaan layanan yang lebih murah dan bersedia merekomendasikan ke pelanggan yang baru (“Managing Customer”, 1995).

CRM adalah sebuah strategi bisnis untuk memahami, mengantisipasi dan mengelola kebutuhan pelanggan yang potensial dalam suatu organisasi pada saat sekarang dan yang akan datang [1]. Menurut Xu et al [2], konsep CRM yang diimplementasikan di berbagai perusahaan lebih didominasi oleh aplikasi-aplikasi pada level operasional, seperti penjualan dan pemasaran. Pemanfaatan perangkat- perangkat Analytical CRM seperti business intelligence (BI) belum maksimal dilakukan, akibatnya data transaksi yang bersifat kompleks dan memiliki volume yang besar tidak dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk proses pengambilan keputusan dalam menetapkan strategi CRM selanjutnya.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menjaga hubungan kepada pelanggan adalah dengan CRM yaitu Customer Realtionship Management, yang dimana dengan penggunaan metode ini maka pelanggan akan dapat merasa lebih dimengerti oleh perusahaan atau bisnis unit tersebut. CRM di-era komputer belakangan ini telah dikembangkan dan ditingkatkan fitur-fiturnya menjadi E-CRM yaitu, Electronic Customer Relationship Management yang dimana fungsi CRM sendiri bukan hanya sebuah aplikasi yang digunakan hanya sebagai  hubungan antar customer saja , tetapi juga digunakan sebagai aplikasi pemasaran dan sebagai penghubung antara perusahaan dengan tiap-tiap pelanggannya.

Penting nya hubungan dengan para pelanggan sangat lah harus dijaga untuk proses perkembangan perusahaan dan market,di PT.Mitra toyotaka Indonesia Pelayanan terhadap pelanggan sangat lah kurang baik banyak sekali penawaran,yang tidak di tindak lanjuti kembali karena banyak nya transaksi dan bila di cari memakan waktu banyak,dan pelayanan terhadap komplain masalah barang sangat lambat memproses complain tersebut jika proses ini terus beralanjut makan dari waktu ke waktu pelanggan akan meninggal kan PT.mitra toyotaka karena buruk nya sistem pelayanan terhadap pelangga

Oleh karena itu metode CRM di pilih untuk mengatasi masalah penawaran dan pelayanan pelanggan yang kurang baik meningkatkan kinerja perusahaan terutama di departemen marketing dan sales agar terjaganya  hubungan perusahan dengan para customer dengan menggunkan aplikasi CRM,agar para customer merasa lebih di perhatikan  dengan system pelayanan di PT.mitra toyotaka Indonesia yang di mana baiknya hubungan perusahaan dengan customer akan memberikan profit lebih kepada perusahaan

 

1.2      Identifikasi Masalah

 

Berdasarkan uraian dari latar belakang maka didapati permasalahan sebagai berikut:

Kuranganya sistem  pelayanan terhadap pelanggan sehingga banyak proses komplain dan  penawaran harga untuk pelanggan banyak yang tidak di tindak lanjuti,Dan tidak mempunyai data lengkap pelanggan untuk memper mudah proses komunikasi jika terjadi kesalahan,sistem pencatatan data pelanggan  masih mengunakan microsoft exel

1.3      Ruang Lingkup Masalah

 

Dari rumusan masalah diatas, Ruang lingkup masalah penelitian ini adalah:

1.    Melakuan analisis  kebutuhan dan perancangan sistem informasi CRM

2.    Membangun system penawaran di departemen Marketing

3.    Membangun system Komplain di departemen PPIC

4.    Membuat master customer dan barang untuk mempermudah pencarian data

 

 

1.4      Rumusan Masalah

 

Dari identifikasi masalah diatas, rumusan  masalah penelitian  ini adalah:

  1. Bagaimana cara mengimplementsi CRM?
  2. Bagaimana cara perancangan system CRM?

1.5      Tujuan  Penelitian

 

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana cara pengembangan aplikasi CRM
  2. Untuk meninggakatkan pelayanan terhadap pelanggan

 

1.6      Manfaat Penelitian

 

Manfaat dari penelitian ini , diharapkan

  1. Memberikan informasi cara implementasi CRM di lingkungan perusahaan atau bisnis unit dan evaluasi keuntungan (benefit) yang didapat dari metode maupun aplikasi tersebut
  2. Menentukan CRM sebagai salah satu pendorong dari persaingan
  3. Mengetahui akan CRM dalam memberikan kenaikan income yang signifikan bagi perusahaan.

 

1.7      Lokasi  Penelitian

 

Sistem Informasi ini akan di implementasikan Di PT.Mitra Toyotaka Indonesia yang berada di Lokasi jalan raya serang KM 24,5 Balaraja Tangerang

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  • Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka dianjukan sebagai perbandingan terhadap sistem informasi berbasis web yang akan dibangun. Setelah dilakukan tinjauan pustaka terhadap beberapa skripsi yang menyerupai didapat beberapa perbandingan yaitu :

 

  • Rancangan Bangun Sistem Informasi Akademik Dengan Konsep Collaborative Customer Relationship management oleh Muhammad Alex Syaekhoni, DIII Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Tahun 2010

Pada tinjauan yang pertama, permasalahan yang akan dibahas diantaranya :

  1. Sulit mengetahui informasi perkembangan akademik Dari alumni sekolah yang sedang belajar di universitas tertentu.
  2. Belum adanya wadah khusus antara pihak universitas dengan pihak-pihak sekolah

Penelitian ini bertujuan untuk merancang system informasi akademik dengan menggunakan konsep Collaborative CustomerRelationship Management berbasis web dengan menekankan komunikasi interaktif antara pihak universitas dengan pihak sekolah-sekolah.

 

  • Sistem Informasi Customer Relationship Management CV Budi Utama  oleh Wieda Muqaffa , S1  Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Tahun 2013

Pada tinjauan yang pertama, permasalahan yang akan dibahas diantaranya :

  1. Kurang data informasi tentang pemesanan customer sehingga tidak puas dengan pelayanan yang di berikan
  2. Tidak ada nya informasi keluhan dari pada customer sehingga keluhan tidak dapat di layani dengan cepat

Penelitian ini bertujuan untuk  menghasilkan Sistem informasi CRM yang dapat mengelola data pelanggan dan project  dengan mudah dan menghasilkan siste informasi CRM yang dapat mendukung pengiriman informasi kepada pelanggan

 

 

  • Analisis Dan Design Customer Relationship Management Transaksi Reservasi Hotel Berbasis Teknologi Mobile oleh Bustanul arifin , D3 Universitas Pembangunan Nasional Tahun 2011

Pada tinjauan yang pertama, permasalahan yang akan dibahas diantaranya :

  1. Pengolahan daftar Penerimaan tamu masih di catat secara manual
  2. Pencatatan Administrasi Hotel,tamu di catat secara manual

Mempermudah dalam pengantrian dan pengecekan data dan memudahkan manajer hotel dalam mengawasi opraasional hotel sehari-hari dan mengevaluasi kemajuan penerimaan atau pendapatan hotel sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat untuk kemajuan hotel

 

  • Teori Objek Penelitian / Metodologi Research

2.2.1    Definisi Sistem

Sistem adalah Suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variable – variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain.  (Hanif Al Fatta, Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi, 2007, Hal 3).

  • Definisi Informasi

Informasi adalah Data yang telah di klasifikasikan atau diolah atau di interpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan . (Tata sutabri, S.kom., MM, Analisa Sistem Informasi, 2003, Hal 18).

  • Definisi Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen  merupakan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi – informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. (Tata sutabri,S.kom.,MM, Analisa Sistem Informasi, 2003, Hal 41).

  • Definisi Pelayanan

Pelayanan adalah pekerjaan yang dilakukan untuk membantu orang lain. Leonardo D.Marsam, Kamus

 

  • Definisi Customer Relationship management

Menurut Laudon dan Traver : 2002, CRM menyimpan informasi pelanggan dan menyimpan serta merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.

 

  • Metode Pembangunan Perangkat Lunak

Metode pengembangan perangkat lunak merupakan abstraksi yang dapat digunakan untuk menjelaskan pendekatan-pendekatan terhadap pengembangan perangkat lunak. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan penulis dalam Penulisan Ilmiah ini adalah menggunakan model waterfall.

Waterfall adalaah salah satu metode pembangunan perangkat lunak dimana setiap tahap harus diselesaikan terlebih dahulu secara penuh sebelum diteruskan ke tahap berikutnya untuk menghindari terjadinya pengulangan tahapan.(Tata Sutabri, Analisa Sistem Informasi, Yogyakarta, Andi, 2004 : 62)

Model water fall dikenal dengan model air terjun atau siklus hidup perangkat lunak. Tahap – tahap utama dari model ini memetakan kegiatan – kegiatan pengembangan dasar yaitu analisis dan definisi persyaratan, perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem serta operasi dan pemeliharaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1 Model Waterfall

 

 

Tahapan  utama kegiatan – kegiatan dari model water fall yaitu sebagai berikut :

  1. Analisis dan definisi persyaratan

Pelayanan, batasan dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user sistem. Persyaratan ini kemudian didefinisikan secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem.

  1. Perancangan sistem dan perangkat lunak

Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem perangkat lunak yang mendasar dan hubungan – hubungannya.

  1. Implementasi dan pengujian unit

Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya.

  1. Integrasi dan pengujian sistem

Unit program atau program individual diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah dipenuhi. Setelah pengujian sistem, perangkat lunak dikirim kepada pelanggan.

  1. Operasi dan pemeliharaan

Biasanya (walaupun tidak seharusnya) ini merupakan fase siklus hidup yang paling lama. Sistem di – install dan dipakai. Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai error yang tidak ditemukan pada tahap – tahap terdahulu, perbaikan atas implementasi unit sistem dan pengembangan pelayanan sistem, sementara persyaratan – persyaratan baru ditambahkan.

Adapun beberapa kelebihan dari model waterfall yaitu:

  1. Model ini dipakai secara luas untuk pengembangan sistem yang praktis.
  2. Pengembangan perangkat lunak yang cepat.
  3. Apabila terjadi error dan penghapusan atas persyaratan perangkat lunak yang asli akan ditemukan.
  4. Perangkat lunak yang dibuat sesuai dengan kebutuhan yang diminta oleh pemakai / user.

Selain kelebihan dari model ini, terdapat juga kekurangan – kekurangan yang akan terjadi pada model ini, yaitu :

  1. Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap – tahap yang tidak fleksibel, komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses, dan akan sulit bagi perekayasa untuk menanggapi perubahan persyaratan pelanggan.
  2. Karena model ini mensyaratkan setiap fase berikutnya tidak boleh dimulai sebelum fase sebelumnya selesai maka akan mempengaruhi iterasi kegiatan pengembangan. Iterasi akan menjadi mahal dan melibatkan pengerjaan ulang yang signifikan.
  3. Hanya digunakan di beberapa organisasi saja, pemakaian ulang yang informal umum pada banyak proses tetapi sebagian besar organisasi tidak secara eksplisit mengorientasikan proses pengembangan perangkat lunak mereka pada pemakaian ulang.

 

  • Tool Perancangan
    • Flowmap

Flowmap adalah penggambaran secara fisik dari langkah-langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. (http://materikuliah.net/artikel/daftar-simbol-flowmap-dan-data-flow-diagram-dfd.aspx)

Simbol yang dipakai dalam pembuatan program flowmap adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir Sistem (System Flowmap)

  • Diagram Konteks

Diagram konteks adalah suatu diagram yang terdiri dari satu proses yang bias diberi nomor 0. Proses ini mewakili proses dari seluruh sistem. Diagram konteks menggambarkan input / output suatu sistem dengan dunia luar atau kesatuan luar.

( Jogiyanto HM, Akt., MBA, Ph.D, Analisa Dan Desain Informasi, 2000)

  • Diagram Alir Data

Menurut DeMarco dan Gane Sarson, untuk pendekatan analis terstruktur disarankan untuk menggunakan diagram alir data dalam menggambarkan atau membuat model sistem. Pengertian diagram alir data nya sendiri adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat/komputerisasi, manualisasi atau gabungan keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya. (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, Analisa Sistem Informasi, Penerbit Andi, Jakarta, 2003, Hal: 163)

Terdapat 2 bentuk DAD (diagram arus data) yaitu diagram arus data fisik (physical data flow diagram) dan diagram arus data logika (logical data flow diagram).

  1. Diagram Arus Data Fisik

Diagram arus data fisik (DADF) lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa, dan dimana), termasuk proses-proses manual.

  1. Diagram Arus Data Logika

Diagram arus data logika (DADL) lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). DADF tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan, tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem, yaitu proses-proses apa secara logika ynag dibutuhkan oleh sistem. Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL yang hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

Simbol atau lambang yang digunakan dalam membuat diagram alir data ada 4 buah, yaitu sebagai berikut :


Entity Relationship Diagram (ERD)
Tabel 2.2 Diagram Alir Data (DAD)

Entity Relationship Diagram adalah gambar atau diagram ynag menunjukan informasi di buat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis.

( Hanif Al Fatta, Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi, 2007, Hal 121 ).

ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antara data, karena hal ini relative kompleks. ERD dapat menjadi model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan.

ERD digunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data. Pada dasarnya ada tiga macam simbol yang digunakan yaitu entiti, atribut dan hubungan.

  1. Entitas (Entity)

Entitas adalah kelompok orang, tepat, objek, kejadian atau konsep tentang apa yang kita perlukan untuk men-capture dan menyimpan data. (Jefrrery L.whitten, Lonnie D.Bentley, Kevin C.Dittman, Metode Desain & Analisis Sistem Edisi 6 , Penerbit Andi,  2004,  hal : 281).

 

Gambar 2.2 Simbol Entitas

  1. Atribut

Atribut adalah sifat atau karakteristik deskriptif suatu entitas, sinonimnya antara lain elemen sifat dan bidang. (Jefrrery L.whitten, Lonnie D.Bentley, Kevin C.Dittman, Metode Desain & Analisis Sistem Edisi 6, Penerbit Andi, 2004, hal : 281)

 

Gambar 2.3 Simbol Atribut

 

  1. Hubungan (Relationship)

Hubungan (Relationship) adalah hubungan bsnis alami yang ada diantara satu atau lebih entitas. Hubungan tersebut dapat menyatakan kejadian yang menghubungkan entitas atau hanya persamaan logika yang ada diantara entitas. (Jefrrery L.whitten, Lonnie D.Bentley, Kevin C.Dittman, Metode Desain & Analisis Sistem Edisi 6, Penerbit Andi, 2004, hal : 284).

Bentuk-bentuk hubungan, atau biasa disebut dengan data modeling, ada beberapa jenis, diantaranya yaitu :

 

  1. One-to-one (1:1)

Hubungan ini merupakan hubungan yang setiap entitasnya memiliki primary key-nya sendiri.

 

 

Gambar 2.4 Relationship One-to-One (1:1)

  1. One-to-many (1:M)

Merupakan hubungan yang key entitas induknya juga merupakan bagian dari primary key entitas anaknya.

 

 

Gambar 2.5 Relationship One-to-many (1:M)

  1. Many-to-many (M:M)

Merupakan hubungan yang banyak contoh entitasnya diasosiasikan dengan banyak contoh entitas lain.

 

 

Gambar 2.6 Relationship Many-to-many (M:M)

 

  • Kamus Data

               Kamus Data merupakan sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem, dengan definisi yang tegar dan teliti sehingga pemakai dan dan analis sistem akan memiliki pemahaman yang umum mengenai input, output, komponen penyimpan, dan bahkan kalkulasi inter-mediate.”

(Roger S. Pressman, Ph.D, Rekayasa Perangkat Lunak, 2002, Hal 388 )

 

  • Normalisasi

Proses normalisasi menghasilkan struktur record yang konsisten secara logis yang mudah dimengerti dan sederhana dalam pemeliharaannya.

“Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam database.” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, Sistem Informasi Manajemen, Penerbit Andi, Jakarta, 2003, Hal: 181)

Pada proses normalisasi ini perlu dikenal dulu definisi dari tahap normalisasi, yaitu:

  1. Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.

  1. Bentuk Normal Kesatu (1NF/First Normal Form)

Bentuk normal kesatu mempunyai ciri setiap data dibentuk dalam flat file (file datar/rata), data dibentuk dalam satu record demi record dan nilai dari field berupa “atomic value”. Tidak ada set atribut yang berulang atau atribut bernilai ganda (multivalue).

  1. Bentuk Normal Kedua (2NF/ Second Normal Form)

Bentuk normal kedua mempunyai syarat, bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primery key sehingga membentuk normal kedua haruslah ditentukan kunci field.

  1. Bentuk Normal Ketiga (3NF/ Third Normal Form)

Untuk menjadi bentuk normal ketiga, relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap atribut bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primery key dan pada primery key secara menyeluruh.

  1. Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

BCNF mempunyai paksaan yang lebih kuat dari pada bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.

 

  • Database

Pengertian database secara umum  adalah koleksi data yang jelas identifikasinya. Pengertian database secara teoritis  adalah sebuah database harus membuat informasi dalam satu file yang terdiri dari sejumlah catatan yang masing-masing berisi informasi yang sejenis. (DRS. Padji M. Sudarmo, M.A., Kamus Istilah Komputer, Teknologi dan Informasi, Yrama Widya,Februari, 2006,  Hal 108)

 

  • Tool Perangkat Lunak
    • MySQL

MySQL merupakan sistem manajemen database. Database merupakan struktur dari penyimpanan data. Untuk menambah, mengakses dan memproses data yang disimpan dalam sebuah database komputer. (Wahana Komputer,Pengolahan Database dengan MySQL,Penerbit Andi,Semarang,2006,Hal 1 )

  • Program Aplikasi Appserv

 Program aplikasi ini menyediakan fasilitas lokal server (Apache), PHP, database (MySQL) dalam satu program aplikasi dan dalam satu kali peng – install – an.

“ Konsep dari AppServ adalah Cara mudah untuk install Apache, PHP, MySQL dalam 1 menit. Kebanyakan orang di dunia ini mempunyai masalah ketika meng-install Apache, PHP, MySQL karena butuh waktu yang cukup lama untuk menyeting dan kadang kala dapat menyebabkan pusing. Distribusi pertama kali di sediakan pada tanggal 9 Oktober 2001 “

(www.appservnetwork.com)

 

 

  • Program Aplikasi Phpmyadmin

 PhpMyAdmin, suatu aplikasi yang memudahkan kita dalam memanajemen database yang ada di server, dengan PhpMyAdmin kita dapat memanajemen database via http (web).

 “ PHPMyAdmin adalah web based tools yang dapat anda gunakan untuk memanage database mysql anda, seperti membuat tabel, insert/delete/update data, export/import data dan lain lain. Anda dapat menemukan phpmyadmin di cpanel anda ”

(www.andalan.net)

 

  • Program Aplikasi Neatbeans IDE

Netbeans Ide adalah Gui editor yang memudahkan programming untung melakukan pembelajaran dan engambangan software atau dalam tahapan membuat software atau aplikasi,yang sebelumnya banyak gui editor dalam bahasa pemrograman, seperti notepad,atau text editor, sebenarnya jika kita memakai notepad atau text editor maka pengetahuan kita akan lebih berkembang dibanding memakai gui editor

pengembangan – sebuah kakas untuk pemrogram menulis, mengompilasi, mencari kesalahan dan menyebarkan program. Netbeans IDE ditulis dalam Java – namun dapat mendukung bahasa pemrograman lain.

 

Referensi : Penulisan dari progam yang sudah di buat oleh educatecode.com

admin

Related Posts
Leave a reply